Anieq Nisrina Shofwan Love Fajar Muhammad Farhan Forever Minggu, 15 Mei 2011 ~ Dunia Software dan Berita Unik TheRealLivingDeal

Game Shop TheRealLivingDeal

Toko Game dan Sotware Online TheRealLivingDeal, Ayo beli game atau software-software disini, kami menyediakan banyak sekali game dan software murah lengkap dan update terus setiap bulannya!!!. berminat untuk membeli di toko online kami? lihat tab "Toko Jual Game dan Software" di atas dan pilih tab "List Game dan Software" untuk melihat list game kami yang tersedia.
AYO BELI GAME DISINI, MURAH MERIAH DAN HEMAT.

Customer Service Admin

Steamprofile badge by Steamprofile.com

Jual Game Dan Software


Toko Game dan Sotware Online TheRealLivingDeal, Ayo beli game atau software-software disini, kami menyediakan banyak sekali game dan software murah lengkap dan update terus setiap bulannya!!!. berminat untuk membeli di toko online kami? lihat tab "Toko Jual Game dan Software" di atas dan pilih tab "List Game dan Software"

Download Launcher Farmuhan Blog for Android

Minggu, 15 Mei 2011

Ditahan, Istri Mubarak Alami Serangan Jantung


Istri dari Presiden Mesir Hosni Mubarak yang terguling, Suzanne, dipindahkan ke unit perawatan intensif setelah menderita serangan jantung, Jumat (13/5/2011), beberapa jam setelah ia ditahan karena tuduhan korupsi, kata televisi pemerintah.


Tiga Janda Osama Jadi Incaran


Osama bin Laden boleh mati. Tapi, informasi mengenai sepak terjang pemimpin Al Qaeda itu menjadi hal yang menarik untuk digali. "Abang Sam" (Amerika Serikat) pun menaruh hati untuk upaya ini.


Alhasil, sebagaimana pernyataan Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney, AS bisa menjumpai tiga janda mendiang Osama di Pakistan. "Kami ingin mendapatkan informasi mengenai kehidupan Osama sejak dia menghilang pada akhir 2001," kata Carney.

dijual saat terang telur-telur penyu hijau


Waktu bertelur bagi penyu hijau atau Chelonia mydas seolah-olah sudah diatur alam raya terjadi pada malam hari untuk menghindari pemangsa. Pemerintah juga telah mengeluarkan undang-undang yang melindungi generasi spesies langka itu. Tapi manusia seperti t idak kehabisan akal untuk menjual-belikan telur-telur itu.


Seorang ibu-ibu berdandan menor menghampiri Solehudin, petugas dari UPTD Konservasi Penyu Hijau Pangumbahan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, pada perayaan Hari Nelayan Ujunggenteng, Sabtu (8/5/11) siang. Ia menanyakan di mana bisa beli telur penyu. "Kita tidak menjual, bu. Semua telur untuk ditetaskan. Kalau mau lihat, datang saja ke Pangumbahan," kata Solehudin, tanpa dibalas kata-kata oleh si ibu tadi.

Aturannya memang begitu. Undang-undang Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya telah melarang siapapun untuk mengambil, merusak, memusnahkan, menyimpan atau memiliki telur penyu. Tapi kenyataannya, telur penyu masih ada di pasaran.

"Mau beli berapa? Sebutirnya Rp 5.000," kata Karto di tempat parkir Pantai Ujunggenteng saat ditanya apakah ada penjual telur penyu di sekitar situ. Karto mengaku bukan pedagang, tetapi bisa menghubungkan calon pembeli dengan pencari telur.

Ia paham bahwa telur penyu haram diperjual-belikan. Ia pun tahu hukuman bagi pelanggar undang-undang itu. Tapi masih banyak yang cari. "Pengunjung dari Jakarta dan Bandung biasanya beli banyak, sampai seratus butir sekali datang. Katanya sih bisa untuk kesehatan dan menambah vitalitas pria dewasa," ujarnya enteng.

Setelah tercapai kesepakatan, Kompas diajak ke sebuah rumah di kawasan Kalapa Condong, sekitar tiga kilometer dari Pantai Ujunggenteng, untuk menemui Nono (bukan nama sebenarnya). Dalam perjalan, Karto bercerita, Nono biasanya punya persediaan telur penyu untuk dijual.

Saat ditemui, Nono sedang duduk di balai di rumah panggung berdinding anyaman bambu. Di situlah pria berusia sekitar 50 tahunan ini tinggal bersama istri dan tujuh anak. Mengejutkan, ternyata Nono adalah komandan Kelompok Masyarakat Pengawas yang dibentuk oleh UPTD Konservasi Penyu Hijau Pangumbahan.

"Setiap malam ada warga sekitar Pangumbahan yang mengambil diam-diam telur penyu di daerah konservasi itu. Kalau mau, tunggu dulu sebentar, nanti saya ambilkan di rumah mereka yang semalam habis dapat telur," ujar Nono.

Ia kemudian memakai seragam bertugasnya, jelas terpampang namanya, dan nama instansi tempat ia bekerja. Sebelum berangkat, Karto mengajak kami kembali ke tempat parkir untuk menunggu Nono.

Tidak sampai setengah jam, Nono menghampiri kami dengan sepeda motornya. "Sudah ada. Ambil saja di rumah," ujarnya singkat.

Kami pun bergegas mengikuti Nono. Karto yang berinisiatif mengambil sendiri ke rumah Nono, dan kami mengunggu di mobil. Tak lama, Karto kembali dengan tangannya diselinapkan ke balik kaus di pinggul belakang. Ia baru menyerahkan bungkusan berplastik putih setelah sampai di dalam mobil. Transaksi selesai.

Kendala pengawasan

Janawi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Konservasi Penyu Hijau Pangumbahan mengaku telah berupaya keras menekan pencurian terlur penyu. Keterlibatan masyarakat sekitar lahan konservasi pun sudah diupayakan, salah satunya dengan membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas.

Tetapi mungkin masih ada saja orang yang memanfaatkan kelengahan petugas. Petugas harus mengawasi pantai yang gelap gulita. "Terkadang kan petugas juga mengantuk. Kalau memang ada orang dalam yang terlibat, kami akan selidiki," ujar Janawi.

Pantai yang harus diawasi oleh UPTD itu sepanjang 2,4 kilometer, dengan enam pos pengawas. Setiap pos dijaga oleh satu pengawas mulai dari sore hingga fajar. Pekerjaan mereka masih dibantu oleh tujuh orang pemandu. "Jumlah pengawas sebenarnya sudah cukup. Namun memang sulit mengawasi alam terbuka seperti ini, apalagi malam hari," lanjut Janawi.

Ia mengatakan, konservasi penyu di Pangumbahan adalah satu dari delapan lokasi. Tujuh lokasi lain ini dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar. Dibandingkan dengan Pangumbahan, wilayah kami lebih luas, yaitu sekitar 8.127,5 hektar. "Tetapi sayangnya jumlah petugas jauh lebih sedikit," kata Isep Mukti, Pejabat Fungsional Seksi Konservasi BKSDA Jabar.

Memperbaiki fasilitas pengawasan sepertinya membutuhkan waktu lama dengan birokrasi berbelit, juga menelan biaya besar. Tapi jangan sampai hanya demi menambah keperkasaan pria, penyu hijau harus kehilangan generasi selanjutnya...

burung gagak berkicau?


Burung gagak umumnya bersuara parau dengan bunyi kaaakkk.. kaakkkk.... Tapi burung gagak milik Muhammad Romadhony (36), warga kelurahan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur tergolong aneh.


Bomi, Mahakarya Bangsa Rayap


Rayap sering dituding sebagai perusak bangunan. Padahal, tidak selamanya demikian. Spesies rayap Macrotermes sp, misalnya, memiliki keahlian unik dalam membuat bangunan rumah dengan kecanggihan teknologi yang mencengangkan manusia.

Rumah rayap atau musamus, ada juga yang menyebutnya bomi atau rai, hanya bisa ditemukan di Taman Nasional (TN) Wasur, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

Selain bangunannya kuat dan tahan gempa, rumah mereka memiliki kecanggihan ventilasi yang bisa mempertahankan suhu hangat secara stabil dan tak terpengaruh cuaca luar. Dengan memaksimalkan desain ruangan, lorong-lorong, cerobong, dan memanfaatkan angin untuk menciptakan tekanan, mereka menerapkan rahasia alam yang baru terungkap sebagian saja oleh para peneliti.

Hal lain yang menakjubkan, di dalam rumah rayap yang diperkirakan berisi jutaan anggota koloni itu, bekerja sebuah sistem yang bisa menghidupi koloni rayap hingga puluhan tahun. Publikasi NM Collins dalam Journal of Animal Ecology, Februari 1981, menyebutkan, rumah rayap Macrotermes sp yang masih hidup dan berpenghuni mampu bertahan antara 15-20 tahun.

Dengan kontrol utama yang dikeluarkan oleh sang ratu rayap menggunakan teknologi feromon yang dimilikinya, kedisiplinan interaksi rayap pekerja, rayap prajurit, dan rayap reproduksi menarik perhatian banyak pihak. Rayap-rayap memiliki kemampuan homeostasis, yaitu ketahanan dalam mekanisme pengaturan lingkungan agar suhu dan kelembapan ruangan dalam rumah mereka stabil. Homeostasis adalah salah satu kata kunci penting dalam biologi yang sulit ditiru teknologi manusia.

Karena itu, beberapa peneliti tergoda menyebut rumah rayap dan koloninya sebagai satu kesatuan organisme yang disebut supraorganisme sosial, gabungan dari fungsi unit fisiologi dan unit sosial, seperti diungkapkan Alfred E Emerson dalam publikasinya di jurnal Ecological Society of America, April 1956. Ia dianggap satu kesatuan organisme yang memiliki teknologi mandiri (self-regulation) untuk bertahan hidup dengan berbagai kondisi cuaca.

Tak heran jika para peneliti dari berbagai belahan dunia tertarik mengadopsi teknologi rayap untuk mewujudkan bangunan yang mandiri secara sistem, teknologi ventilasi yang canggih, serta adanya sistem penstabil kelembapan udara yang bekerja setiap saat.

Seperti belimbing

Dari jalan trans Papua yang membelah TN Wasur, dengan mudah kita bisa menemukan konstruksi unik berwarna merah bata hingga cokelat. Menjulang hingga tiga meter dari atas tanah kering yang disesaki rumput liar di antara deretan acak pepohonan bus (sejenis Melaleuca sp). Bagian atasnya melancip, bak gedung pencakar langit.

Tak jauh dari bangunan pertama, terlihat bangunan-bangunan lainnya, menyembul dengan tinggi beragam, sekitar 1,5 meter-2,5 meter. ”Bangunan itu adalah bomi atau rumah musamus atau rayap. Orang sini ada yang menyebut rai,” ujar Syaiful Anwar, pengendali ekosistem hutan TN Wasur.

Bomi adalah rumah koloni rayap yang juga dikenal dengan nama anai-anai, semut putih, atau ranggas. Adapun jenis rayap yang membangun bomi adalah Macrotermes sp yang termasuk famili rayap tanah (Termitidae) dan dalam ordo Isoptera (rayap/laron). Banyak khalayak salah menyebut bomi sebagai rumah semut.

Arsitektur rumah rayap ini unik. Dilihat secara horizontal, bentuknya menyerupai buah belimbing yang dipotong salah satu bagian ujungnya dan diberdirikan. Terdapat tonjolan dan cerukan dengan penampang membentuk bintang bersudut tak beraturan. Inilah desain yang digunakan para rayap untuk menciptakan tekanan angin sehingga mampu dikontrol ketika melewati lorong-lorong bangunan mereka.

Diameter bomi yang sudah tua sekitar 1-2 meter. Setiap bomi punya jumlah sudut bintang yang berbeda bergantung pada kondisi lingkungan di sekitarnya, seperti letak pohon yang ada di dekatnya.

Bomi yang tingginya di bawah satu meter bentuknya belum menyerupai buah belimbing, masih seperti corong tak beraturan. Tinggi bomi bervariasi. Sejumlah bomi yang pernah terpantau Balai TN Wasur mencapai tinggi 5 meter.

Ibarat rumah tumbuh, tinggi bomi setiap waktu terus bertambah. Namun, menurut Syaiful, belum ada penelitian yang dapat menyebutkan dengan akurat berapa sentimeter tinggi bomi bertambah dalam tiap tahunnya. Diperkirakan, untuk membangun bagian bawah (fondasi) butuh waktu 1-2 tahun. Umumnya, fondasi bomi itu dibentuk setelah musim hujan selesai dan ketika tanah masih basah.

Tembok (permukaan) rumah rayap ini mengeras saat musim kemarau. Bahkan, membatu dan relatif kuat untuk dipanjat dan diduduki oleh orang dewasa seberat 70 kilogram. Pecahan bomi mati yang telah ditinggalkan koloni rayap dimanfaatkan untuk memasak sagu atau ubi dengan metode bakar batu oleh Suku Marind, suku asli di kawasan tersebut. Maklum, di Merauke memang sulit sekali mencari batu karena daratannya berupa rawa.

Kuatnya konstruksi bomi karena bahan dasarnya adalah tanah, serasah kayu, daun, akar, ranting, dan rumput yang tumbuh pada radius 200 meter dari bomi. Selanjutnya bahan tersebut dicampur air liur rayap yang berfungsi seperti semen untuk perekat. Jika sebagian bomi dibongkar, akan terlihat serasah rumput yang menyusun dinding dalam bomi.

Karena itulah persepsi rayap sebagai perusak gedung akan runtuh jika kita mengetahui bahwa rayap malah mampu membangun bangunan megah yang berukuran lebih dari tiga ratus kali ukuran tubuhnya.

Frederikus Gebze, Kepala Pusat Kajian Pengembangan Masyarakat Marind, mengatakan, bomi atau musamus memiliki nilai-nilai filosofis khusus. Bomi adalah mahakarya rayap yang dibangun dengan semangat gotong-royong dan menjadi rumah bersama yang tahan segala cuaca, hujan, kemarau, gempa, bahkan tahan terhadap kebakaran hutan.

Bangunan mewah musamus ini pun dibuat tanpa merusak lingkungan dan justru menghargai lingkungan setempat.

Sudah saatnya manusia belajar pada rayap...

Armadillo Tularkan Penyakit Lepra


Jika 500 tahun lalu penjelajah Eropa menularkan lepra (kusta) ke armadillo di daerah jajahan mereka, kini bukti baru menunjukkan bahwa armadillo menularkan kembali lepra ke manusia. Armadillo adalah binatang mamalia sejenis trenggiling yang habitat aslinya di Amerika.


Pari Harimau Dinyatakan Spesies Baru


Pari harimau, jenis ikan pari air tawar yang berasal dari Amazon, telah lama populer sebagai ikan hias di Asia. Setelah sekian lama para ilmuwan meneliti, akhirnya jenis pari tersebut dinyatakan sebagai spesies baru.

Spesies Baru, Kadal Buta Tak Berkaki


Kadal buta dan tanpa kaki ditemukan di Kamboja. Kadal tersebut merupakan spesies baru.


Reptil dengan panjang 15 cm tersebut diberi nama Dibamus dalaiensis. Spesies ini untuk pertama kalinya ditemukan di negara Asia Tenggara. Sampai saat ini, sudah ada lebih dari 200 spesies kadal tanpa kaki dan 50 reptil baru ditemukan di seluruh dunia dalam waktu 10 tahun terakhir.

Makhluk Ini Tidak Tumbuh Seumur Hidup


Ilmuwan menemukan makhluk yang sepanjang hidupnya tak pernah tumbuh. Makhluk yang tergolong jenis bintang laut itu ditemukan di area dalam Samudra Pasifik. Diameter dewasanya hanya beberapa milimeter serta tak memiliki lengan panjang seperti bintang laut umumnya.


Bintang laut tersebut masuk dalam genus Xylopax. Pada awalnya ilmuwan bingung untuk menempatkan makhluk ini dalam pohon taksonomi. Namun, setelah dilakukan penelitian, diketahui bahwa makhluk ini memiliki kekerabatan dekat dengan famili bintang laut, disebut Pterasteridae.

Daniel Janies, peneliti biologi komputasional Ohio State University, mengatakan, makhluk ini memiliki ukuran kecil, memungkinkan untuk masuk ke sudut dan celah kayu di mana banyak terdapat hasil uraian mikroba. Mereka bisa hidup seperti kutu busuk, mengambil semua nutrisi yang ada.

Menurut tim peneliti yang diketuai Janies, tubuh kecil bintang laut itu diperoleh lewat proses yang disebut progenesis. Siklus hidup bintang laut itu seperti terpotong sehingga karakteristik dewasa sama dengan karakteristik juvenile.

Hal paling mencolok yang bisa diamati adalah lengannya. Umumnya bintang laut memiliki lengan aksial serupa jeruji roda. Akan tetapi, Xylopax hanya memiliki lengan pendek yang tumbuh di sekeliling, jadi seperti bagian inti roda yang tak punya jeruji.

"Xylopax hanyalah bintang laut kecil yang memiliki tubuh dan habitat yang aneh. Begitu anehnya sehingga banyak yang tak menduga bahwa makhluk ini masuk dalam jenis bintang laut sebelum kami menguraikan gen dan pertumbuhannya," kata Janies.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Systematic Biology yang terbit 27 April 2011. Penelitian ini adalah bagian dari proyek "Tree of Life", sebuah proyek yang bertujuan mengetahui hubungan kekerabatan antarsemua makhluk hidup.

Siswa Nekat Konvoi, Sekolah Tahan Ijazah


Pengumuman kelulusan tingkat SMA/SMK/MA untuk wilayah Kota Malang, Jawa Timur, serentak akan dilaksanakan pada Senin (16/5/2011). Dinas Pendidikan Kota Malang mengeluarkan larangan kepada para siswa untuk menggelar konvoi.

Kapan "Story Telling" Itu Menyenangkan?


Membiasakan anak-anak dengan budaya membaca akan berdampak besar pada masa depannya. Untuk itu, ada beberapa cara untuk meningkatkan minat baca pada anak-anak, salah satunya melalui story telling (pembacaan cerita).

Data Beasiswa Siswa Miskin Dimanipulasi


Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menemukan adanya praktik manipulasi data beasiswa miskin dibeberapa sekolah tingkat menengah pertama (SMP) di Parepare.

Awal Musim Kemarau Mundur


Berdasarkan pengamatan kondisi atmosfer dan kelautan setahun terakhir di wilayah Indonesia, Samudra Hindia, serta Pasifik, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyimpulkan bahwa musim kemarau di sebagian besar wilayah akan mundur 20-40 hari.


Wilayah barat Pulau Sumbawa yang seharusnya memasuki musim kemarau sejak pertengahan dan akhir April lalu ternyata masih ada hujan lebat yang menyebabkan banjir bandang awal Mei ini. Adapun awal kemarau di Jakarta diperkirakan masih sama dengan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yakni pertengahan Mei atau awal Juni.

Ozon Kutub Utara Hampir Berlubang


Ozon terus menipis, bahkan nyaris berlubang di Kutub Utara. Penurunan temperatur stratosfer yang jadi penyebab.


Penyebab terbentuknya lubang ozon ada tiga, menurut Profesor Ross Salawitch, ahli kimia dan biokimia dari University of Maryland, yang mempelajari kandungan zat kimia di atmosfer. Ketiganya adalah sinar matahari, halogen, dan temperatur rendah.

Ilmuwan Berhasil Pindahkan Cahaya


Memindahkan obyek dengan teleportasi seperti dalam fiksi ilmiah ruang angkasa ternyata sudah dilakukan ilmuwan meski sebatas memindahkan seberkas cahaya. Teleportasi terkait dengan sifat dua partikel yang dapat disatukan sekalipun terpisah jauh. Kedua partikel dapat berkomunikasi secara instan.


Pembangunan Serat Optik Tinggal 10.000 Km


Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan, jaringan serat optik yang belum dibangun di Tanah Air kini hanya tinggal sepanjang 10.000 kilometer.

"Pembangunan jaringan fiber yang diberi nama Palapa Ring Project itu, seluruhnya tercatat sepanjang 52.000 kilometer untuk menyatukan sistem telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia," kata Tifatul di sela-sela acara 'Kominfo Goes To Mall' di Kuta, Bali, Sabtu (14/5/2011).

Nama proyek itu, katanya, diambil dari Sumpah Palapa yang dikumandangkan Patih Gajah Mada untuk menyatukan Nusantara. Dia mengatakan, jaringan fiber tersebut telah ada di empat pulau besar di Indonesia, yakni Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat dan Timur.

Dari empat pulau itu telah mampu menyatukan dan memberikan layanan telekomunikasi 27 provinsi di Tanah Air, dengan jarak sepanjang 42.000 kilometer.

"Hanya tinggal di dua kawasan pulau yang belum dibangun jaringan fiber Palapa Ring tersebut," ujarnya menandaskan.

Tifatul menjelaskan, dua kawasan pulau yang belum ada jaringan adalah di Maluku dan Papua. Dari dua kawasan pulau itu, ada lima provinsi di wilayah Indonesia Timur, antara lain Maluku Utara dan Papua.

"Kami mengakui pembangunan di wilayah kawasan Indonesia Timur itu agak mandek karena operator telekomunikasi kurang berminat untuk menambah jaringannya ke wilayah tersebut," katanya.

Alasannya, tambah dia, karena wilayah di dua pulau itu, yakni Maluku Utara dan Papua, jumlah penduduknya sedikit. Jumlah di kedua provinsi tersebut, masing-masing sekitar satu persen dari total penduduk di Indonesia.

Melihat itu, dikaitkan dengan perhitungan bisnis, kata dia, mungkin tidak sebanding dengan biaya pembuatan jaringan yang cukup tinggi. "Seperti pembangunan jaringan untuk satu kawasan yakni Mataram-Kupang, pihak operator harus mengeluarkan dana 550 juta dolar AS," ujarnya.

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya akan terus mendorong supaya pihak operator mau melakukan penambahan jaringan di kawasan tersebut guna menjaga keutuhan wilayah Indonesia.

Duran Duran Melawan HIV/AIDS di Cannes

Festival Film Cannes ke-64, di Cannes, Perancis, 11-22 Mei2011, bukan melulu mengenai film. Lewat musik, dalam perhelatan tersebut grup new wave dari Inggris Duran Duran, contohnya, berkampanye untuk meningkatkan kesadaran publik akan bahaya HIV/AIDS.
Sabtu (14/5/2011) dini hari waktu setempat, fokus ajang tersebut berganti dari film ke musik ketika Duran Duran mencuri perhatian untuk sebuah kampanye pencegahan HIV/AIDS. Mereka beristirahat sementara dari tur dan promosi album mutakhir mereka, All You Need is Now, untuk menggoyang panggung pada sebuah pesta yang sebagian disponsori oleh organisasi bernama (RED), yang bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai bahaya HIV/AIDS.
"Kami merasa bahwa kami bisa membantu (melawan HIV/AIDS) di mana pun kami berada," kata Simon LeBon, sang vokalis, yang dikutip oleh AP. "Organisasi itu (RED) sesungguhnya merupakan sebuah organisasi yang sangat bagus... Sepertinya ini hal yang baik untuk kita lakukan," lanjut LeBon.
Pesta itu digelar di sebuah ruang eksklusif VIP oleh produsen minuman beralkohol dan (RED), yang bekerja sama dan mencipta sebuah botol tambahan istimewa untuk menggalang dana bantuan bagi kegiatan melawan HIV/AIDS.
Grup yang terdiri dari LeBon, Nick Rhodes (keyboard), John Taylor (bas), dan Roger Taylor (drum) ini ternyata juga memiliki keterikatan emosional dengan Cannes, karena salah satu dari album-album awal mereka direkam di sana. "Ketika kami datang untuk merekam album ketiga, kami menyewa sebuah vila besar di luar Cannes, tak jauh, di pegunungan, dan kami menghabiskan sepanjang waktu untuk menulis, merekam, dan datang ke sini berpesta pada malam hari, jadi itu merupakan kenangan tak terlupakan, sungguh kenangan mendalam mengenai kota ini," ucap Taylor.

Nama dan Karakter Seks Andal


Penggemar komputer, pemilik alamat e-mail, atau para anggota milis barangkali sering heran karena tiba-tiba mendapat kiriman tulisan yang entah dari mana asalnya.
Kiriman tulisan itu kadang bisa membuat geram, sebal, risi, jijik, namun kadang ada pula yang bisa membuat kita tersenyum sendiri karena tergelitik.
Berikut ini salah satu

Hati-hati Obat Nyamuk Vape!

Saya adalah pengguna produk semprot obat anti nyamuk Vape. Dengan alasan kesehatan keluarga,produk ini saya pilih karena berbahan dasar air dan dipromosikan "Tanpa Minyak Tanah" serta memiliki wangi orange sebagaimana tertera pada label kemasannya. Sayangnya kepercayaan saya ini nampaknya tidak diikuti oleh pengawasan kualitas dari produsen Vape tersebut.

Tidak Membayar Utang Dipenjara Seumur Hidup


Salah satu tempat yang sering mendapat perhatian di Museum Sejarah Jakarta adalah ruangan yang terdapat di halaman belakang. Dulu ruangan-ruangan ini gelap dan ditutup dengan pintu kuat. Cahaya dan sirkulasi udara hanya melalui sebuah jendela berteralis tebal. Di sisi-sisi tembok terdapat bola-bola besi untuk merantai para tahanan.

Yogyakarta, Peserta UN Paling Jujur


Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kembali memperoleh predikat terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia untuk kejujuran dalam pelaksanaan ujian nasional.

"Tahun ini, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dinyatakan sebagai provinsi yang paling jujur dalam melaksa

Ancaman Baru Bernama Serangan Balik


Penting untuk menyimak paparan Amnesty International (AI) soal perubahan di kawasan Timur Tengah. Laporan tahunan lembaga tersebut, sebagaimana warta AP dan AFP pada Jumat (13/5/2011), menunjukkan adanya potensi serangan balik pemerintahan-pemerintahan represif terhadap aksi perubahan menuju demokrasi dan keadilan di kawasan itu.


AI juga mengatakan terjadinya perebutan kendali atas teknologi komunikasi terkait hal di atas. AI pun mengkritik Libya, Suriah, Bahrain, dan Yaman karena menentang aksi protes damai agar tetap berkuasa.

Disebutkan pula, ada rezim-rezim represif di China, Iran, serta Azerbaijan yang berusaha melakukan serangan terlebih dahulu terhadap gerakan prodemokrasi.

Presiden Tunisia dan Mesir telah digulingkan. Namun, kata AI, pemimpin negara lain berusaha membungkam aksi protes dengan konsesi politik dan penggunaan kekerasan. Menurut AI, gerakan prodemokrasi berada di ujung tanduk.

Kendati begitu, Sekretaris Jenderal AI Salil Shetty menyatakan salut kepada generasi muda yang melawan dan berani bicara menghadapi peluru, pemukulan, gas air mata, dan tank. "Keberanian ini, ditambah dengan teknologi baru, membantu para pegiat untuk melawan pemerintah dalam kebebasan berbicara dan melakukan aksi protes damai, mengirimkan isyarat bahwa pemerintah represif tidak lama lagi umurnya," katanya.

"Namun, terdapat serangan balik yang serius dari kekuatan represif. Masyarakat internasional harus menggunakan peluang ini untuk perubahan dan menjamin tahun 2011 bukan fajar yang semu bagi hak asasi manusia," katanya.

"Libya, Suriah, Bahrain, dan Yaman yang masih bertahan terhadap gerakan antipemerintah memperlihatkan keinginan untuk menundukkan, menghambat, atau memberangus aksi protes damai agar tetap berkuasa," tulis AI.

Keluarga Ini Bangun Gubuk di Kandang Sapi

Tak ada tempat menumpang, Wallas, warga Desa Bonorejo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat terpaksa membangun gubuk di tengah kandang sapi milik warga.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Potret kemiskinan di negeri ini kian nyata. Karena tak punya pilihan tempat menumpang, sepasang suami istri di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpaksa membangun gubuk di tengah kandang sapi. Sudah pasti bau kotoran hewan yang menyengat hidung menjadi teman sepanjang hari. Lingkungan yang tidak bersih jelas rawan membawa beragam penyakit.


Hidup serba terbatas tak menjadikan keluarga kecil ini berpangku tangan dan berharap belas kasih dari pemerintah. Bertahun-tahun tak mendapat jatah raskin tak membuat keluarga miskin ini iri ke tetangga dan pemerintah desa yang melupakan hak-haknya sebagai warga miskin.

Sudah tiga tahun lebih, Wallas (52) dan istrinya Rabiah (40) hidup di gubuk berukuran tak lebih dari 2 x 3 meter persegi. Rumah berdinding anyaman bambu dan beratap rumbiah ini adalah pemberian warga yang bersimpati dengan keluarga Wallas. Bangunan gubuk ini persis di tengah lokasi kandang sapi, di desa Bonorejo, kecamatan Tapango, Polewali mandar.

Wallas sebetulnya sadar akan risiko membangun rumah di tengah kandang sapi seperti ini. Tidak hanya rawan mengundang beragam penyakit, namun bau tak sedap yang menyegat hidung sudah pasti mengganggu kesehatan. Namun, karena tak punya pilihan tempat, Wallas dan istrinya Rabiah terpaksa menumpang di lokasi yang tidak layak dan tidak sehat ini.

Warga asal Jawa Barat yang sudah puluhan tahun merantau ke Polewali Mandar, sebetulnya sudah berkali-kali pindah lokasi. Wallas pindah karena lahan tumpangan tempat gubuknya berdiri, kerap dijual atau dialihfungsikan pemiliknya, hingga ia harus mencari tempat lain. Terakhir, tiga tahun lalu Wallas pindah ke lokasi ini karena sudah stres mencari tempat, namun tak ada warga yang bersedia memberikan lahannya, hanya sekedar menumpang untuk membangun gubuknya.

Profesinya sebagai buruh bangunan yang tidak menentu, jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, apalagi harus membeli lahan dan rumah layak huni. Order bangunan yang sepi dan tak menentu, kian membuat kehidupan Wallas terpuruk.

Agar bisa tetap bertahan hidup wallas dan istrinya rabiah kini memilih menjadi tukang pungut kelapa yang jatuh di lahan kebun milik orang lain. Sejak pagi, Wallas bersama Rabiah istrinya meninggalkan rumah, satu persatu kebun kelapa milik warga disisir, dengan harapan ada kelapa jatuh yang bisa dipungut dan dibawa pulang ke rumahnya.

Sebagian hasil kelapa yang dipungut dari lahan milik orang lain itu langsung dijual ke pedagang atau diolah menjadi minyak goreng sebelum dijual ke pasar. Keluarga kecil ini sebetulnya pernah dikarunia tiga orang anak. Namun, ketiganya meninggal dunia karena terserang penyakit. Keluarga ini tak mampu membawa anak mereka berobat ke rumah sakit.

Keluarga miskin yang sudah puluhan tahun menjadi penduduk desa ini tak pernah mendapat jatah raskin dari pemerintah setempat. Dengan selembar KTP Wallas menunjukkan identitas dirinya kepada wartawan sebagai warga desa Bonorejo yang sah. Toh, keluarga Wallas tak lantas frustrasi, apalagi memperotes pemerintah, karena tidak mendapatkan haknya sebagai warga negara.

"Pemerintah kan pasti sudah tahu siapa warga yang layak mendapatkan bantuan raskin," ujarnya. Wallas mengharamkan keluarganya jadi pengemis, apalagi mencuri untuk sesuap nasi atau menghalalkan segala cara.

PENUTUPAN

SESUDAH ANDA MEMBACA BLOG SAYA INI, SILAHKAN KUNJUNGI BLOG SAYA YANG LAIN. SILAHKAN LIHAT BLOG SAYA YANG LAIN DI PROFIL SAYA.
SESUDAH ANDA MEMBACA BLOG SAYA INI, SILAHKAN ANDA MENGAMALKAN APA SAJA YANG TERKANDUNG DIDALAMNYA.
JANGAN LUPA ANDA MEMBERI KOMENTAR DI BLOG SAYA INI
TERIMA KASIH


tertanda
si pembuat blog



fajar muhammad farhan

UCAPAN TERIMA KASIH

UCAPAN TERIMA KASIH KEPADA:


Ø ALLAH YANG MAHA ESA

Ø NABI BESAR MUHAMMAD SAW.

Ø KEPADA ORANG TUAKU

Ø KEPADA SAUDARA DAN KELUARGAKU

Ø KEPADA TEMAN-TEMANKU YANG BAIK HATI DAN SENANG BERTEMAN DENGANKU

Ø KEPADA SEMUA WEBSITE DISELURUH DUNIA YANG TELAH MENGEMBANGKAN BLOGKU

Ø KEPADA BAND-BAND DI SELURUH NUSANTARA

Ø KEPADA GURU-GURUKU YANG SENANG MENGAJARIKU

Ø KEPADAMU YANG SETIA MEMBACA BLOGKU DAN MENGAMALKAN APA YANG ADA DIDALAMNYA


Daftar Semua Post